Belanja Kendaraan Perang Amerika

1. Pembom Siluman B-2
Bayangkan, seandainya rumah anda di sebelah markas Angkatan Bersenjata, dan saat itu pula negara anda sedang konfrontasi dengan Amerika. Saat anda duduk-duduk santai, tak terdengar suara sekaligus tak tampak di keheningan. Tiba-tiba saja di kejauhan sejarak kurang dari 1 mil sudah terlihat pesawat pembom B-2 Spirit yang sudah membuka lambungnya untuk menjatuhkan bom di tetangga anda.

Itulah pembom siluman, yang menghantui dimanapun lokasi konflik dengan Amerika. Selama buertugas, tidak satupun dari armada pesawat ini ditembak jatuh musuh. Pesawat ini sudah diproduksi sebanyak 21 unit, dimana 1 unit telah jatuh bukan karena pertempuran di pangkalannya, Guam. Secara undang-undang, Amerika tidak akan menjual pesawat siluman (B-2 Spirit, F-22, F-117) ke negara manapun.

READMORE
 

10 Hal Aneh Tentang Paul

Orang mengenal Paul si gurita ajaib dari Jerman selalu tepat memprediksi hasil ramalan pertandingan Piala Dunia 2010. Faktanya, dia bukan peramal yang hebat. Banyak orang orang tak tahu siapa Paul sesungguhnya. Inilah faktanya:

1. Ramalannya Tak Selalu Benar
Jangan percaya Paul. Ramalannya tak selalu benar. Paul mulai meramal hasil pertandingan sejak Piala Eropa 2008 Swiss-Austria dan ia meramal enam pertandingan Jerman, dengan empat di antaranya benar. Ia menyebut Jerman akan memenangi semua pertandingan. Faktanya, Jerman kalah dari Kroasia. Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, sejauh ini, semua ramalan Paul tentang Jerman benar, termasuk soal mereka akan kalah dari Spanyol pada babak semifinal.

READMORE
 

Misteri Dajjal

Alquran memang tidak menyebut kata Dajjal baik secara eksplisit maupun implisit. Namun, sebagian ulama ada yang berpendapat Dajal dalam Alquran seringkali disebut dengan Ya'juj dan Ma'juj. Tentang hal ini, Alquran menjelaskan dalam Surat Al-Kahfi ayat 94: Mereka berkata, 'Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu supaya kamu membuat dinding antara kamu dan mereka'.
READMORE
 

Mempunyai Ibu seorang Alien

Simon Parkes, seorang politisi di Whitby Town mengatakan meskipun ia telah ratusan kali bertemu dengan makhluk asing, hal tersebut tidak akan mengganggu misinya untuk membantu warga.
READMORE
 

Misteri Freemason dalam sejarah Indonesia

Meski ratusan tahun beroperasi di Nusantara, keberadaan Freemason (Belanda:Vrijmetselaarij), nyaris tak tertulis dalam buku-buku sejarah. Padahal, banyak literatur yang cukup memadai untuk dijadikan rujukan penulisan sejarah tentang Freemason di wilayah jajahan yang dulu bernama Hindia Belanda ini.

Diantaranya adalah Vrijmet se laarij, Geschiedenis, Maats chapelijke Beteekenis en Doel (Freemason: Sejarah, Arti untuk Masyarakat dan Tujuannya) yang ditulis oleh Dr Dirk de Visser Smith pada tahun 1931, Geschiedenis der Vrymet selary in de Oostelijke en Zuidelijke Deelen (Sejarah Freemason di Timur dan Selatan Bumi) yang ditulis oleh J Hagemen JCz pada tahun 1886, Geschiedenis van de Orde der Vrijmetselaren In Nederland Onder hoorige Kolonien en Londen (Sejarah Orde Freemason di Nederland di Bawah Kolonialisme) yang ditulis oleh H. Maarschalk pada tahun 1872, dan Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917 (Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917), yang diterbitkan secara resmi pada tahun 1917 oleh tiga loge besar; Loge de Ster in het Oosten (Batavia), Loge La Constante et Fidele (Semarang), dan Loge de Vriendschap (Surabaya). Di samping literatur yang sudah berusia ratusan tahun tersebut, pada tahun 1994, sebuah buku berjudul Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie 1764- 1962 (Freemason dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962) ditulis oleh Dr Th Stevens, seorang peneliti yang juga anggota Freemason. Berbeda dengan bukubuku tentang Freemason di Hindia Belanda sebelumnya, buku karangan Dr Th Stevens ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2004.

READMORE
 

Bangga Kepada Ibuku

Kalau saja tahu ibuku, kamu pasti akan heran kedapaku. Ya ..., awalnya aku tidak bangga kepada ibuku karena dia tidak cantik seperti ibu teman-temanku. tentu saja, ibu juga sangat tidak mirip denganku. Aku berkulit putih, sedangkan ibuku berkulit hitam. Aku bertubuh tinggi, sedangkan ibuku bertubuh pendek. Rambutku lurus, sedangkan rambut ibuku ikal tak beraturan. Hidungku mancung, sedangkan hidung ibuku sama sekali tidak mancung, walau tidak juga disebut pesek. Semua mengatakan aku lebih mirip ayahku, Ya, ayahku memiliki kulit yang putih bersih, bertubuh gagah, dan berwajah tampan.

Aku kadang tidak mengerti mengapa ayah memilih ibu menjadi istrinya. Kupikir, ayah pasti memiliki penggemar dimana-mana. Walau aku juga sempat berpikir harus berterima kasih kepada ibu yang sudah melahirkanku ke dunia, dan aku bisa menikmati berbagai fasilitas yang diberikan ayah kepadaku sebagai anak semata wayang. Aku pernah berpikir untuk mengusulkan ayah membawa ibu ke dokter kecantikan. Bila perlu, ibu dipermak habis menjadi cantik. Tentu saja agar kami bisa bangga bila berjalan bersamanya.

Yeah, aku tidak bangga kepada ibuku! Apalagi, ibu bukan wanita yang aktif dan supel seperti ibu teman-temanku. Pernah suatu kali, dengan jahatnya, aku bertanya kepada ayah, "Kenapa Ayah memilih Ibu?" "Ibu perempuan yang sangat baik. Itu sebabnya Ayah sangat mencintai Ibu," jawab ayahku.

Namun, aku tetap tidak bangga kepada ibu meski ayah mengatakan itu. Ibu memang perempuan yang sangat baik. Aku justru bangga kepada ayah yang memiliki usaha yang sukses dan selalu membelikan apa saja yang aku minta.

Menurutku, ibu tidak pernah meminta apa-apa kepada ayah. Padahal kalau ibu mau, ibu bisa berbelanja seperti ibu teman-temanku, memakai pakaian yang bagus, dan ke salon untuk mempercantik diri. Anehnya, ibu sama sekali tidak melakukannya. Aku pernah bertanya kepada ibu mengapa dia tidak pernah meminta sesuatu kepada ayah. Ibu hanya menjawab, "Bagi Ibu, melihat ayah dan kamu bahagia sudah sangat cukup." Ah, kadang aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran ibu.

Aku memang tidak bangga kepada ibu sampai suatu ketika aku mendengar ayah telah menikahi seorang perempuan cantik yang merupakan rekan bisnisnya. Awalnya, aku kesal mendengar itu. "Ini semua karena Ibu tidak pernah memerhatikan diri sehingga ayah kepincut perempuan lain!" teriakku kepada ibu.

Aku melihat mata ibu berkaca-kaca, tapi ibu tidak menangis juga. Ibu memperlihatkan ketabahan yang luar biasa. Justru aku yang terus menangis. Aku takut ayah akan dibawa pergi perempuan itu dan meninggalkan kami. Aku takut menjadi anak terlantar seperti yang kudengar dari cerita teman-temanku yang ayahnya menikah lagi. Saat itu, aku kesal sekali kepada ibu.

Sudah beberapa hari aku tidak bertemu dengan ayah. Rupanya, ayah tidak pulang kerumah. Tapi, aku melihat ibu sama sekali tidak gusar. Ibu menghampiriku di tempat tidur dan mebelai rambutku.

"Ibu tahu kamu sangat mencintai ayahmu, bahkan melebihi kamu mencintai Ibu. Ibu tahu kamu begitu bangga kepada ayahmu sehingga kebangganmu kepada Ibu sudah habis. Tapi, sejak kamu kecil, Ibu sangat mencintaimu. Ibu sangat mencintai ayahmu juga. Bahkan, Ibu sudah mempersiapkan diri jika hal ini terjadi. Ibu sudah pernah berpikir bahwa suatu hari nanti, mungkin saja ayahmu akan menikah dengan perempuan yang lebih cantik dari Ibu. Ya, Ibu memang tidak cantik, tetapi Ibu tahu ayahmu mencintai Ibu. Ibu menganggap kalian berdua adalah kebahagian sekaligus ujian ketabahan bagi Ibu." Aku awalnya tidak mengerti mengapa ibu berkata seperti itu. Aku terus menangis.

Peristiwa pernikahan ayah membuat kehidupan keluargaku tidak berjalan seperti semula. Telingaku terus dijejali dengan gunjingan-gunjingan. Banyak yang mengatakan bahwa ibu tidak memiliki harga diri karena mau dimadu, ayahku adalah ayah yang kurang ajar, dan mereka merasa kasihan kepadaku. Hatiku perih sekali. Mereka tidak tahu bahwa semakin mereka menggunjingkan keluarga kami, aku semakin menyadari bahwa aku memiliki ibu yang pantas dibanggakan. Tetapi, sempat terbesit dalam benakku, bagaimana jadinya jika ibu memilih bercerai dari ayah? Aku akan menjadi anak ayam yang kehilangan induknya. Ketika aku sedang menangis karena rasa sakit, ketika itulah kulihat ibu bersujud di atas sajadahnya.

Ayah tidak lagi memperhatikan aku dan ibu. Ayah akhirnya benar-benar dibawa pergi perempuan itu, yang akhirnya kutahu bernama Isni. Kebangganku kepada ayah memudar dan kekagumanku kepada ibu semakin menguat. Ibu tidak pernah mengeluhkan kepergian ayah. Ibu malah selalu menasihatiku agar tidak membenci ayah. Aku semakin nyaman dengan keteduhan yang terpancar dari wajah ibu, bahkan lambat laun aku merasa tidak ada gunanya menyesali semuanya.

Aku bangga kepada ibu karena ternyata dia memiliki kecantikan yang terpancar dari hatinya. "Bu, siapa bilang aku tidak bangga kepadamu? Aku sangat bangga kepadamu. Aku tidak malu memiliki ibu sepertimu. Aku bangga dengan keputusan Ibu, apa pun itu, dan aku ingin seluruh dunia tahu betapa cantiknya dirimu," ujarku dalam hati sambil memandang ibu yang sedang menjahit pakaian demi menghidupi kami berdua.
READMORE